"BONGKAR HABIS! Djoko Kurniawan dan Hegi Harjoyo Kasih Resep Jitu Scale-Up UMKM di SETC Pasuruan”
- Nov 27, 2025
- YUNTARI
Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) kembali menggelar seminar dan talkshow bertajuk “Strategi dan Sistem: Scale-UP UMKM” pada Kamis siang, 26 November 2025, di aula SETC, Dusun Betiting, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Acara yang dihadiri ratusan pelaku UMKM dari Pasuruan dan luar kota Pasuruan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif: Djoko Kurniawan (Founder DK Consulting, Franchise dan Service Excellence Expert) dan Hegi Harjoyo (Founder Harjoyo Group dan Best Dough).
Dibuka langsung oleh Amanda Rossad selaku moderator sekaligus Head of Human Capital Development PT HM Sampoerna Tbk., acara berlangsung hangat dan penuh insight praktis yang langsung bisa diterapkan oleh para peserta.
Djoko Kurniawan: “Scale-Up Bukan Hanya Soal Besar, Tapi Soal Sistem”
Dalam sesi pertama, Djoko Kurniawan menekankan tiga kunci utama menciptakan produk atau jasa yang layak untuk di-scale-up: harus unik, memiliki faktor pembeda yang jelas, dan tetap memiliki pasar yang cukup besar.
“Jangan ciptakan produk yang sudah biasa. Kalau mau menang di pasar, harus ada yang beda dan orang mau bayar lebih untuk perbedaan itu,” tegas Djoko.
Ia juga mengingatkan pentingnya visi, misi, dan values sebagai pondasi bisnis yang sering diabaikan pelaku UMKM. “Tanpa visi-misi yang jelas, bisnis itu seperti kapal tanpa nahkoda,” ujarnya.
Salah satu poin krusial yang ia sampaikan adalah pentingnya SOP (Standard Operating Procedure). “SOP itu kitab suci operasional perusahaan. Kalau tidak ada SOP, bisnis Anda bergantung 100% pada orang per orang. Begitu orangnya keluar, bisnis ikut ambruk,” tambah Djoko.
Di sesi tanya jawab, ketika ditanya solusi bagi UMKM yang terkendala modal dan anggaran terbatas, Djoko menjawab tegas:
“Pengusaha itu wajib nabung, wajib hidup sederhana. Bikin produk yang benar-benar unik atau menarik, dan yang paling penting: jangan solo karier lagi. Di era kolaborasi sekarang, satu orang tidak akan cukup.Cari partner, cari kolaborator, cari komunitas.
”Hegi Harjoyo: “Pecah Telur Jangan Asal Jualan”
Narasumber kedua, Hegi Harjoyo, yang sukses membangun Harjoyo Group dan brand Best Dough, berbagi pengalaman nyata “pecah telur” di dunia UMKM.
“Jangan asal jual produk tapi tidak tahu pemasarannya. Banyak yang langsung buka toko, langsung produksi banyak, eh ternyata sepi. Itu namanya bunuh diri pelan-pelan,” ujar Hegi disambut tawa peserta.
Menurut Hegi, sebelum mulai berjualan, konsep harus dipersiapkan matang terutama dua hal: building team dan digital marketing.
“Tapi ingat, fokus dulu jualan di skala mikro. Jangan buru-buru rekrut banyak orang. Setelah ramai, setelah terbukti laris, baru bentuk tim yang solid,” tambahnya.
Ia juga menyinggung pentingnya memberikan gaji pokok yang agresif namun tetap intensif kepada karyawan. “UMKM itu harus berani kasih gaji pokok yang layak. Kalau hanya mengandalkan bonus, orang tidak akan betah,” kata Hegi.
Sebagai penutup, Hegi mengingatkan betapa besar peran UMKM bagi perekonomian nasional. “60% pendapatan negara itu dari UMKM. Kita adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Makanya kita harus naik kelas, harus profesional,” tandasnya yang langsung disambut tepuk tangan meriah.
Harapan Untuk UMKM Pasuruan dan Sekitarnya
Amanda Rossad dalam penutupan acara menyampaikan bahwa SETC akan terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang nyata dan aplikatif bagi pelaku UMKM.
“Kami berharap ilmu dari Pak Djoko dan Pak Hegi hari ini bisa langsung dipraktikkan. Scale-up itu bukan mimpi, tapi soal langkah konkret dan konsisten,” tutup Amanda.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama,networking antar peserta.(SM)