KIM Kota Pasuruan Diperkuat, Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Lawan Hoaks
- May 26, 2026
- Admin Bukid
PASURUAN KOTA– Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pasuruan bersama Pemerintah Kota Pasuruan terus berupaya memperkuat peran masyarakat dalam menghadapi derasnya arus informasi digital yang berkembang sangat cepat di era modern saat ini. Salah satu langkah konkret yang dilakukan ialah melalui kegiatan “Fasilitasi Pembinaan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM)” yang digelar pada Selasa (26/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Pasuruan dengan menghadirkan berbagai perwakilan Komunitas Informasi Masyarakat dari sejumlah kelurahan di Kota Pasuruan. Pembinaan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas anggota KIM sekaligus membangun semangat baru menghadapi tantangan penyebaran hoaks yang semakin masif di media sosial maupun platform digital lainnya.
Acara pembinaan ini juga dinilai sebagai simbol estafet literasi digital dari Generasi X kepada Generasi Z (Gen Z). Di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, Gen Z kini mulai mengambil peran strategis dalam menjaga kualitas informasi di lingkungan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta berdiskusi aktif mengenai berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Perwakilan KIM dari berbagai kelurahan hadir untuk berbagi pengalaman, menyampaikan kendala, hingga mencari solusi bersama agar eksistensi KIM tetap berjalan konsisten di tengah tantangan zaman digital.
Salah satu peserta yang hadir ialah perwakilan dari KIM Kelurahan Bugul Kidul yang turut menyampaikan pentingnya kolaborasi antaranggota KIM dalam menjaga arus informasi yang sehat dan terpercaya di masyarakat.
Sesi diskusi berlangsung interaktif bersama Putut Darmawan selaku narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Dalam paparannya, Putut menyoroti berbagai tantangan nyata yang kini dihadapi oleh komunitas informasi masyarakat, terutama terkait persoalan regenerasi anggota dan kepercayaan publik.
Menurutnya, salah satu persoalan utama yang kini mulai dirasakan ialah berkurangnya keaktifan anggota senior dari kalangan Generasi X karena faktor usia. Sementara itu, anggota muda dari kalangan Gen Z sering kali terbentur dengan kesibukan pekerjaan, pendidikan, maupun aktivitas lainnya sehingga mempengaruhi konsistensi produksi konten dan penyebaran informasi di lingkungan masyarakat.
“Konsistensi menjadi tantangan utama. Banyak anggota muda sebenarnya memiliki kemampuan digital yang baik, namun sering terkendala waktu karena pekerjaan maupun kuliah,” ungkapnya saat sesi diskusi.
Selain persoalan regenerasi, tantangan besar lainnya ialah membangun kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan KIM. Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang belum mengenal secara luas fungsi dan peran Komunitas Informasi Masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang valid dan edukatif.
Kondisi tersebut membuat anggota KIM harus bekerja lebih keras untuk menarik minat masyarakat sekaligus membuktikan bahwa informasi yang disampaikan merupakan berita yang benar, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menjawab tantangan tersebut, Putut Darmawan memperkenalkan sebuah inovasi digital berupa platform “Klinik Hoaks” yang dikembangkan sebagai sarana verifikasi informasi bagi masyarakat.
Melalui platform tersebut, masyarakat dapat melakukan pengecekan berita hanya dengan memasukkan kata kunci maupun tautan berita yang beredar di media sosial. Sistem kemudian akan mengelompokkan informasi tersebut ke dalam empat kategori utama, yakni fakta, hoaks, disinformasi, dan hate speech.
Keberadaan platform Klinik Hoaks diharapkan mampu menjadi alat bantu utama bagi anggota KIM dalam membangun kepercayaan publik melalui penyajian berita lokal yang tervalidasi dan bertanggung jawab.
Meski teknologi terus berkembang, Putut menegaskan bahwa keberhasilan literasi digital tetap sangat bergantung pada komitmen manusianya. Menurutnya, secanggih apa pun sistem yang digunakan tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya relawan informasi yang aktif dan konsisten di tengah masyarakat.
“Solusi utamanya tetap ada pada konsistensi anggota untuk menjadi relawan dan pahlawan literasi digital bagi masyarakat,” tegas Putut di hadapan peserta pembinaan.
Bagi para anggota KIM dari kalangan Gen Z, kegiatan pembinaan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus suntikan semangat baru untuk terus aktif menyebarkan informasi yang edukatif, menarik, dan terpercaya.
Semangat kolaborasi antar-kelurahan juga dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat eksistensi KIM di tengah perkembangan dunia digital yang semakin cepat dan dinamis.
Dengan dukungan teknologi seperti Klinik Hoaks serta komitmen para relawan informasi di tingkat masyarakat, KIM Kota Pasuruan optimistis mampu terus hadir sebagai garda terdepan dalam menyajikan berita lokal yang aktual, menarik, dan berbasis fakta.
Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Pemerintah Kota Pasuruan berharap semangat literasi digital dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga warga tidak mudah terpengaruh informasi palsu yang berpotensi memecah belah persatuan.
Kini, peran sebagai pahlawan literasi digital tidak hanya berada di tangan pemerintah, melainkan juga seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap pentingnya menjaga ruang digital tetap sehat, aman, dan penuh informasi yang bermanfaat.(SM)