Pelantikan dan Musker PCNU Kota Pasuruan 2026, Serta Statement Ketua PCNU Tegaskan Empat Pilar Penguatan Organisasi
- Apr 18, 2026
- Sahabat Restu
KOTA PASURUAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan masa khidmat 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Cabang (Musker) sebagai langkah awal merumuskan arah gerak organisasi ke depan.
Acara pelantikan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, jajaran pengurus PBNU, serta Wali Kota Pasuruan H.Adi Wibowo,S.TP,M.Si. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bukti kuatnya dukungan terhadap kepengurusan baru PCNU Kota Pasuruan.
Mengusung tema “NU Membersamai Umat”, kegiatan ini menjadi penegasan bahwa NU tidak hanya berperan sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, ekonomi, hingga keumatan.
Ketua PCNU Kota Pasuruan, KH HM Nailur Rochman.S.IP, M.Pd, M.M. Akrab disapa Gus Amak. dalam sambutannya menegaskan arah kepemimpinan ke depan dengan menitikberatkan pada empat pilar utama yang harus menjadi landasan gerak organisasi.
“Pertama adalah loyalitas. Loyalitas ini tidak bisa hanya sekadar simbolik, tetapi harus dibangun melalui pemahaman yang benar terhadap NU, melalui kaderisasi dan belajar kepada para kiai,” ujarnya.
Pilar kedua, lanjutnya, adalah kapasitas. Ia menekankan bahwa semangat berorganisasi harus diimbangi dengan kemampuan yang memadai, baik dalam aspek intelektual maupun kemandirian ekonomi.
“Yang ketiga adalah pemahaman terhadap realitas. Kita harus peka terhadap kondisi masyarakat, tidak boleh jauh dari persoalan umat. NU harus hadir memberikan solusi nyata,” tegasnya.
Adapun pilar keempat adalah solidaritas. Menurutnya, kekuatan NU terletak pada kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen organisasi.
“Kita harus menjaga keguyuban, memperkuat kolaborasi, dan saling mendukung agar program-program NU bisa berjalan dengan maksimal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gus Amak mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan momentum pelantikan dan Musker ini sebagai titik awal kerja nyata dalam melayani umat. Ia menegaskan bahwa NU harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi.
Menariknya, pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara mandiri melalui sistem urunan dari para pengurus. Hal ini menjadi simbol nyata semangat kemandirian dan gotong royong yang terus dijaga dalam tubuh NU.
Sementara itu, melalui Musker yang digelar setelah pelantikan, PCNU Kota Pasuruan mulai menyusun berbagai program strategis yang akan dijalankan selama masa khidmat. Program-program tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memperkuat peran NU sebagai organisasi yang relevan di tengah dinamika zaman.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, PCNU Kota Pasuruan diharapkan semakin solid dan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus bersinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan kemaslahatan umat.
Semangat “NU Membersamai Umat” pun diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar terwujud dalam setiap langkah dan program kerja yang dijalankan oleh PCNU Kota Pasuruan ke depan.(SM)