Konsolidasi Sekolah Rakyat Jawa Timur 2025 : Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Satu Data

  • Nov 14, 2025
  • Slamet Mulyono

 

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Sosial RI menyelenggarakan Konsolidasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Tahun 2025 di Gedung Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, termasuk bupati/wali kota, kepala dinas sosial, serta koordinator dan penyelenggara Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mewakili Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan tiga mandat utama dalam percepatan implementasi Sekolah Rakyat sebagai program strategis nasional pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Sekolah Rakyat adalah monumen perjuangan melawan kemiskinan. Ini bukan sekadar pembangunan gedung, tetapi pembangunan masa depan,” tegasnya.

Saat ini, Jawa Timur memiliki 26 Sekolah Rakyat, terbanyak di Indonesia. Sekolah berbasis asrama ini menyediakan pendidikan terpadu bagi anak dari keluarga miskin ekstrem, penyandang disabilitas, anak putus sekolah, serta anak nelayan dan petani kecil. Layanan yang diberikan mencakup pendidikan nasional dan vokasi, pemenuhan gizi harian, asesmen bakat melalui DNA Talent Mapping, fasilitas asrama lengkap, serta pemberdayaan ekonomi keluarga melalui Program PPSE.

Seluruh proses perencanaan dan penentuan sasaran menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai amanat Inpres Nomor 4 Tahun 2025, sehingga pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan secara presisi dan berbasis kebutuhan riil daerah.

Program ini terintegrasi dengan skema graduasi kemiskinan, di mana keluarga penerima manfaat diharapkan mandiri dalam tiga tahun melalui peningkatan kapasitas dan modal usaha. Jawa Timur menargetkan 500.000 keluarga graduasi pada 2025.

Sejumlah kepala daerah menyatakan komitmen percepatan pembangunan, antara lain pembangunan tiga Sekolah Rakyat baru di Probolinggo, hibah lahan untuk asrama di Kota Malang, serta penguatan kurikulum vokasi kopi specialty di Bondowoso.

Menteri Sosial menutup kegiatan dengan penegasan:

“Kita punya satu data dan satu tujuan. Anak-anak Indonesia tidak boleh mewarisi kemiskinan mereka harus mewarisi harapan.”

 

#ArtikelKIMFEST2025