Musrenbangkel Bugul Kidul 2026 Dorong Pemberdayaan Masyarakat dan Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan
- Jan 22, 2026
- Kampung Kotak
Kelurahan Bugul Kidul, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan menggelar kegiatan Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) dalam rangka program pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan, sub kegiatan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis pagi, 22 Januari 2026, dan diikuti oleh berbagai unsur pemerintah, lembaga kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat setempat.
Sebelum rangkaian kegiatan Musrenbangkel dimulai, seluruh peserta yang hadir terlebih dahulu menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dengan sikap berdiri sebagai bentuk penghormatan dan semangat kebangsaan. Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Yazid, guna memohon kelancaran serta keberkahan dalam seluruh proses musyawarah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Lurah Bugul Kidul, Ibu Inus Mardiningtyas, SH. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Musrenbangkel merupakan forum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan usulan pembangunan yang benar-benar dibutuhkan warga. Lurah Bugul Kidul menegaskan komitmen pemerintah kelurahan untuk terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan berkelanjutan.
Sambutan sekaligus pembukaan resmi Musrenbangkel disampaikan oleh Camat Bugul Kidul yang diwakili oleh Sekretaris Camat, Bapak Zulfikar Rahman Hidayatulloh, SE, MM. Dalam arahannya, Sekcam menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait agar seluruh usulan yang dibahas dalam Musrenbangkel dapat terakomodasi secara maksimal dalam perencanaan pembangunan ke depan.
Memasuki agenda selanjutnya, acara diserahkan kepada Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bugul Kidul, Bapak Sartono, yang secara resmi membuka sesi pemaparan dan diskusi. Kesempatan pertama diberikan kepada perwakilan Dinas BAPPERIPDA Kota Pasuruan, Antok Arif Brilianto, ST, M.Eng, yang menyampaikan arahan terkait usulan rencana pembangunan infrastruktur Kelurahan Bugul Kidul untuk tahun 2027.
Dalam paparannya, Antok menjelaskan bahwa rencana pembangunan ke depan meliputi pembangunan pasar baru di wilayah Kelurahan Kepel, upaya pengurangan angka stunting, serta penyediaan air bersih dan pengelolaan limbah yang hingga saat ini masih belum terlaksana secara menyeluruh. Ia menyampaikan bahwa usulan-usulan tersebut masih dapat diajukan oleh masyarakat untuk kemudian didata dan disurvei langsung di lapangan. Selain itu, peran pemuda diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam membangun opini positif serta mendorong perekonomian berkelanjutan, khususnya di wilayah Bugul Kidul.
Pemaparan berikutnya disampaikan oleh Alvino, selaku perwakilan dari Dinas Koperasi Kota Pasuruan, yang menjelaskan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bentuk pelatihan keterampilan. Beberapa program yang disampaikan antara lain Pelatihan Satpam Garda Pratama dan Pelatihan Spa Terapis, yang sebelumnya telah diusulkan pada tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, terdapat pula pelatihan tata rias dan kecantikan, serta pelatihan legalitas usaha bagi pelaku UMKM mikro. Seluruh program tersebut direncanakan melibatkan warga Kelurahan Bugul Kidul dan difasilitasi melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Pasuruan agar masyarakat memperoleh keterampilan yang dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
Selanjutnya, pemaparan disampaikan oleh Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Ibu Sukwanti, yang akrab disapa Tiwik. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa terdapat empat bidang utama yang menjadi perhatian, yakni pertanian, peternakan, perikanan, dan ketahanan pangan. Terkait rencana pembangunan tahun 2027, Dinas Perikanan menekankan pentingnya penanganan alih fungsi lahan, dengan fokus pada pemanfaatan lahan kosong untuk dijadikan lahan produktif, mengingat ketersediaan lahan yang semakin terbatas.
Rapat Musrenbangkel Bugul Kidul ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari Ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat, hingga tokoh yang selama ini aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Turut hadir pula Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kelurahan Bugul Kidul, di antaranya Ibu Masita PSM, Ibu Yuntari selaku PKK sekaligus anggota KIM, Sahabat Slamet dari KIM, serta stakeholder lainnya.
Selain masyarakat, kegiatan Musrenbangkel juga dihadiri oleh unsur BAPPERIPDA, Kecamatan Bugul Kidul, Kelurahan Bugul Kidul, Ketua LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta narasumber dari Dinas Koperasi dan Dinas Perikanan Kota Pasuruan.
Pada sesi akhir kegiatan, dibuka forum tanya jawab antara peserta dan para narasumber. Beberapa peserta menyampaikan aspirasi terkait pembangunan infrastruktur agar tidak mengalami perampingan anggaran, penanganan banjir di Sungai Petung (Bok Wedi) wilayah Kelurahan Blandongan, usulan pendirian pompa air di Jalan Majapahit, serta pelatihan dan pembinaan UMKM mikro dan lokal, termasuk legalitas usaha dan peluang mendapatkan kios di Kelurahan Kepel bagi pelaku UMKM lokal, khususnya warga Bugul Kidul. Seluruh pertanyaan dan masukan tersebut ditanggapi langsung oleh para narasumber dengan penjelasan yang jelas dan tepat sasaran.
Melalui Musrenbangkel ini, diharapkan seluruh aspirasi masyarakat Bugul Kidul dapat terakomodasi dengan baik dan menjadi dasar perencanaan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan, kemandirian ekonomi, serta keberlanjutan ditahun mendatang.(SM)